Kamis, 23 Juli 2015

Preview HI UNPAR (Mau Tahu tentang HI UNPAR?)

PREVIEW HI UNPAR.
( MAU TAHU LEBIH TENTANG HI UNPAR? )

HELLO LADIES AND GENTLEMEN !, Oke di postingan sebelumnya gue udah bahas tentang HI secara umum, tetapi gue kali ini mau cerita tentang Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan,ada beberapa orang (adik kelas) yang sering nanya juga gimana tentang HI UNPAR, jadi gue buat ini seperti sesi tanya jawab, hehehe...

1)  Kenalan sama UNPAR dulu....




Sebelum masuk ke FISIP dan terutama jurusan HI, ada baiknya kalau kita lihat UNPAR secara umum, Universitas ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia, berdiri di era 1950an dan masih bertahan hingga hari ini, soal gedung memang harus diakui UNPAR kalah besar dibanding UPI apalagi UGM, tetapi soal kualitas sepertinya nggak kalah bagus ( tapi harus diakui kalau Universitas Negeri ky UI atau UGM dsb lebih baik dari UNPAR), saat tulisan ini dibuat akreditasinya “B” , menurut gw mungkin karena fasilitasnya nggak sebanyak dan semeriah universitas lain, tetapi kalau kita bandingkan biaya disini juga relatif lebih murah daripada di BINUS atau UPH (tergantung jurusan juga sih hehehe). Di kawasan Bandung gue sering ketemu orang yang bilang kalau UNPAR itu swasta terbaik di Bandung, bahkan ada yang bilang Prodi Arsitektur UNPAR itu terbaik di Asia Tenggara....benar atau enggaknya ini gw Cuma denger doang, tapi persepsi orang Bandung tentang UNPAR itu kebanyakan Positif, jarang (walau ada) orang yang bilang UNPAR itu jelek atau enggak bermutu, tetapi kalau bicara prestasi silahkan google “Prestasi UNPAR” dan masuk ke official site UNPAR, disitu bisa di cek prestasi mahasiswa diantara tahun 2007-2013, banyak kok prestasi baik yang bertaraf nasional ataupun Internasional.


2) Mengenal HI UNPAR..

Logo Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional


HI UNPAR berdiri tahun 1984, prodi ini juga sepertinya salah satu HI tertua di Indonesia (CMIIW) karena kebanyakan prodi HI ( BINUS, UPH) baru dibuka beberapa tahun belakangan ini, antara 2012 – 2014, jadi untuk sekarang gue masih yakin kalau UNPAR yang lebih senior masih lebih bagus dari HI BINUS atau UPH, bukan karena BINUS dan UPH jelek kualitasnya, tetapi karena masih baru,  untuk sekarang gue belum mendengar prestasi dari lulusan prodi HI mereka. Menurut gue HI UNPAR itu dari silabus dan mata pelajarannya sih lebih mengarahkan kamu menjadi Intelektual, teori – teori akan selalu menunggu untuk dipelajari lebih lanjut.


Kualitas Prodi pasti dilihat dari dosennya kan? Coba google aja “Dosen HI UNPAR” pasti ketemu dengan link menuju official page UNPAR, disana kamu bisa lihat  dosen – dosen yang kkebanyakan sudah menempuh S2, nggak sedikit yang PH.D, rektor UNPAR yang baru juga dari FISIP, (Drs. Mangadar Situmorang, M.Si ,Ph.d) , ada juga praktisi  ( Drs. Andreas Hugo Pareira, M.A, Dr.rer.soc )  , banyak memang dosen yang lulusan UNPAR juga, tapi ada juga dosen – dosen yang lulusan universitas ternama juga misalnya UI, UGM, UNPAD .


3) Apa bagusnya HI UNPAR? Apa prestasinya?

HI UNPAR itu penuh prestasi, di event – event seperti PNMHI (Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional) sering banget UNPAR ngirim delegasi – delegasinya ke ajang tahunan kayak gini, ada lagi lomba macam Model United Nations di Singapura atau Australia, tapi mungkin yang ngebuat HI UNPAR “meledak” di masyarakat adalah ketika Tim delegasi UNPAR meraih gelar “Outstanding Delegation” dari ajang Harvard National Model United Nations yang diselenggarakan di Amerika Serikat, penghargaan ini juga yang buat gue yakin dengan UNPAR sebagai penyelenggara pendidikan HI yang sangat baik.

4) Kalau dibanding Universitas lain  bagusan mana sama UNPAR?

Menurut gue kalau di Indonesia kamu salah kalau ngebandingin Negeri dan Swasta, menurut gue kalau di Indonesia bakalan susah banget untuk Universitas swasta itu setara dengan Universitas Negeri, yang paling pasti adalah calon mahasiswanya, kalau di Negeri gue bilang 80% bibit unggul, atau mereka mengalahkan ribuan orang lain untuk masuk ke prodi di Univ negeri, karena mereka bibit unggul maka waktu kuliah tinggal di naikin aja level mereka, beda sama univ swasta yang menerima berbagai macam level, mereka harus disejajarkan dulu baru dinaikkan , INGET! Bukan berarti univ. Swasta iitu pasti jelek tetapi susaaaah banget untuk sekedar sejajar sama negeri yang diback up oleh pemerintah dari segi dana maupun fasilitas. Kembali ke topik UI dkk dengan UNPAR, gue bakal bilang kalau UNPAR itu setara dengan UNPAD, tetapi kalau UGM? UI ? soal kualitas UI dan UGM itu menurut gue di atas UNPAR, tapi dibanding jurusan HI di universitas negeri seperti Udayana Bali, jurusan HI UNPAR masih lebih baik Kalau dibandingkan sama swasta yang lain , UNPAR saat ini masih lebih bagus dari IISIP, LSPR,  UPH dan BINUS, prestasi IISIP, LSPR, UPH dan BINUS di bidang HI masih relatif lebih sedikit dari UNPAR, tapi ke depannya? Who knows? Seperti yang gue bilang di atas, prodi HI mereka masih baru jadi belum berbuat banyak, mereka butuh waktu untuk berkembang, tapi soal magang, pkl dan lain – lain gue bakal nyebut President University sebagai universitas yang lebih baik dari UNPAR dari segi ini, karena PRESIDENT UNIVERSITY punya program magang dan praktek kerja yang relatif lebih lama ( sekitar 1 semester ada kali) dari universitas pada umumnya, lulusan UNPAR mudah cari kerja atau magang tetapi biasanya cari sendiri, beda sama President University yang sistemnya solid dan kuat.

( Google “HI TERBAIK DI INDONESIA”kamu bisa masuk ke website BAN-PT, disana (saat tulisan ini dibuat) akreditasi HI UNPAR, UI, dan UGM adalah “A”, sementara Universitas Udayana “C”, sementara UPH meraih“B”).



5) Gue berminat UNPAR, pengen nih masuk HI UNPAR, gimana cara daftar di UNPAR?

Kamu yang mau masuk UNPAR bisa ikut 4 (empat) jalur, dari jalur PMDK ( kamu mengririm raport ke UNPAR dan kalau diterima nggak perlu test) , jalur UMPTS / UMB-PTS ( kayak SBMPTN tapi seluruh swasta) , atau USM (Jalur ujian mandiri UNPAR) yang dibagi jadi USM 1 (walau diterima, duit lu nggak balik meskipun masuk PTN kayak UI, UGM, ITB) , USM 2 (kalau diterima Duit lu tetep nggak balik), dan USM 3 (Biasanya habis pengumuman SNMPTN ). Saran gue kalau orang tua lu mampu ,     masuk ke USM 1 karena gini : di USM 1 lebih mengandalkan otak dibanding sumbangan, selain itu kuota juga banyak (tahun 2015, diterima sekitar 200 orang USM 1), dan JANGAN ISI PILIHAN KEDUA KECUALI KAMU JUGA BERMINAT KE PILIHAN KEDUA, karena banyak teman gue yang justru masuknya ke pilihan kedua (contoh : si Novi daftar pilihan pertamanya HI , pilihan keduanya Hukum, besar kemungkinan justru dia dimasukin ke Hukum).

Untuk Prodi HI, kembangkan logika dan bahasa Inggris, karena selain ada test matematika (yang kebanyakan memakai logika, bukan rumus ) , bahasa Inggris juga menuntut kamu menggunakan logika, cermati juga perintah – perintah yang ada di soal, jangan buru – buru selesai, stay cool and keep calm, dan KALAU ENGGAK TAHU DAN ENGGAK YAKIN NGGAK USAH ISI JAWABANNYA, ini penting karena ada juga temen gue yang nggak lolos USM 1 ( dia ngulang dan lolos USM 3 ) karena sistemnya sama seperti SBMPTN, kalau jawaban benar poin mu bertambah 4,     kalau salah berkurang 1, dan kalau kosong nilainya 0, jadi daripada dikurangi mending kosongin aja.

Kak aku muslim / bukan orang kristen atau katolik, boleh masuk UNPAR?
 

Boleh kok!, dan sebenarnya enggak ada formalitas jadi Katolik untuk masuk Universitas katolik Parahyangan (UNPAR), Cuma, dicantumkan  kata “Katolik” di UNPAR  karena UNPAR didirikan oleh keuskupan Bandung , melalui kerjasama Uskup Bandung ( Mgr.Pierre Marin Arntz, O.S.C ) dengan uskup Bogor ( Mgr.Prof.Dr. Patrenus Nicholas Joannes Cornelius Geise,O.F.M) .

Gimana setelah lulus HI UNPAR?

Untuk poin ini jawaban gue selalu sama : “TERGANTUNG KAMU”,  sarjana di Indonesia itu banyak, selama kuliah sudahkah kamu belajar HI dan bersosialisasi dengan baik? Gue punya kenalan Alumnus UNPAR tahun 1994 dan dia kerja di Perusahaan Teh besar di Indo, dia bilang dia dapat kerja dengan gaji bagus justru dari pengalaman dia berorganisasi dan ketemu kenalan baik sesama pelajar, senior atau kenalan yang jadi koneksi ( Pengusaha yang menyewakan soundsystem, promotor, manager toko yang ngejual minuman waktu ada event) dan lain – lain, intinya di Indonesia anak HI itu harusnya enggak menganggur, selain test di kemenlu untuk jadi diplomat, dengan pengetahuan yang luas dari dunia internasional, politik dan ekonomi, kamu harusnya mampu untuk jadi akademisi, bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan, pegawai Bank pun banyak yang dari anak HI, ada juga blogger yang bilang di angkatannya, sepertiga anak HI UNPAD kerja di Bank,..emang sih enggak sesuai dengan jurusannya tapi mereka sukses di pekerjaan mereka kok, ada juga blogger HI UGM yang kerja di ASEAN, coba google “ International Organization Vacancy in Jakarta” disitu juga banyak lowongan , yaa walaupun banyak lowongan itu perlu pengalaman minimal 2 (dua) tahun. INGET ! IPK sempurna enggak ada apa – apanya kalau kamu itu mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang), lahan pekerjaan itu banyak , masalahnya banyak tenaga kerja yang enggak punya skill yang mantap untuk langsung terjun ke dunia kerja, apa kamu siap untuk keluar dari zona nyaman? Yang bisanya belajar doang ya harus mau mencoba bergaul, yang terbiasa bergaul juga harus sempat belajar, kemampuan bahasa asing juga diperlukan, sangat diperlukan, minimal Inggris lah, kalau Cuma bisa Inggris ya sempurnakan Inggrisnya sampai tingkat tertinggi, itu akan sangat membantu kamu. IPK bagus Cuma mengantar kamu ke sesi wawancara, sisanya kualitas kamu sebagai mahasiswa dan tenaga kerja.

This is it Guys and Girls, inilah yang bisa gue ceritakan dari HI UNPAR sejauh ini , pesen gue ke adik – adik kelas yang lagi cari – cari kuliah, carilah jurusan sejak kelas 10, atau kalau bisa dari mau lulus SMP kamu udah tahu ke Universitas mana dan jurusan apa yang jadi tujuanmu, jangan Cuma cari info dari website resmi, cari juga pengalaman kakak kelas atau alumni yang punya blog, dan kalau ketemu mahasiswa universitas yang kamu kenal dekati dan cari info dari dia, gue buat artikel ini juga karena menurut gue sedikit banget info yang gue dapet tentang jurusan Hubungan Internasional yang dibahas panjang, ini juga enggak detail, masih banyak yang harus gue tambahin tapi gue harap ini bisa ngebantu lo peminat HI atau yang Cuma mau baca – baca dapat info tentang HI UNPAR.

Kalau ada komentar atau kritik silahkan berikan dibawah ini, share / bagikan artikel ini ke teman – teman kamu yang berminat di jurusan Hubungan Internasional UNPAR, terima kasih, Gbu!

untuk lanjutan cerita pengalaman saya di HI Unpar (kelas, Kegiatan apa saja yang kamu bisa ikuti, Pekerjaan sampingan, bisa dicek di artikel ini)


Saya sangat jarang membalas komentar disini jadi kalau teman - teman ada pertanyaan, silahkan kirim email ke joshuaeldisetio158@gmail.com  atau  DM ke Facebook saya : Joshua Eldi Setio






Sumber gambar : Hiunpar.ac.id, google.


Selasa, 14 Juli 2015

The Problem With Indonesian Movies Today.(Masalah Film Indonesia sekarang)

The Problem With Indonesian Movies Today.
(Masalah Film Indonesia sekarang)


Kita sering banget bilang Film Indonesia itu jelek, dan banyak sih film Indonesia yang nggak bermutu dan saking banyaknya jadilah film yang berkualitas “tertutupi” oleh Film –Film yang buruk, jadi apa sih kelemahan Film Indonesia ? ini analisa dan pendapat gue.

Penonton kurang meminati film indo, Berusahalah nonton film di minggu perilisan karena minggu awal menentukan lama film itu diputar di bioskop





Limited Audience / terbatasnya peminat
Jujur, ada berapa sih dari kita yang ngikutin berita film Indonesia? Kita terlalu sibuk sama film luar sampai nggak banyak update film Indo yang menarik minat kita untuk duduk di bioskop, tetapi penonton nggak bisa selalu disalahkan untuk itu, beberapa film nggak dipromosikan dengan baik sehingga penonton pun nggak tertarik.



Udah banyak link dan akun youtube yang menyediakan film indoneaia



Gampang dibajak
Ya, coba aja cek beberapa hari setelah rilis Film di youtube , pasti banyak film (terutama horror) yang udah tersedia FULL, jadi banyak orang akan berpikir mending nonton di youtube aja atau beli CD bajakan, untuk alasan yang kedua ini gue lihat udah mulai menyusut, karena banyak Studio udah sadar dan memerangi pembajakan dengan berbagai cara.


gampang ditebak dan melodramatis



Cerita yang mirip FTV
Ini yang paling sering gue temuin, cerita Film Indonesia itu sering mirip banget sama FTV, semua serba kebetulan, kebetulan ketemu, kebetulan nabrak lalu jadian lalu nikah bahagia selamanya, bosen banget deh sama cerita yang gini gini aja.


Efek CGI / Visual yang jelek.
Khusus poin ini, gue nggak bilang kalau tenaga pembuat efek visual di Indonesia itu nggak berkualitas, negara kita punya banyak animator handal dan kreatif, kalau nggak percaya cari TRANSFORMERS INDONESIA di Youtube, Cuma kelemahan kita adalah kecil banget jumlah orang yang bekerja dalam satu film, gue ambil contoh film GARUDA SUPERHERO yang rilis 2014 tapi Flop di penjualan tiket karena dikritik Spesial efeknya, asal lu tahu aja yang ngerjain efek visual di film GARUDA itu Cuma sekitar sembilan atau sepuluh orang!, bandingkan sama Transformers trilogy yang dikerjain dua perusahaan (ILM & Digital Domain) !.



Kurangnya Investor dan lesunya perekonomian.
Ya industri hiburan ada kalau industri lain udah stabil, masyarakat harus punya duit untuk bersenang – senang kan? , lesunya industri mengakibatkan sedikit pekerja yang bisa disaring , selain itu investor juga akan memperkecil budget dari film yang mau kita buat , yang mengakibatkan poin nomor 4 tadi.


Menjual sosok Shaheer Sheikh tanpa menjual cerita.



Lebih menjual artis dibanding film.
Maksudnya gini, tahun 2014 bintang yang lagi meroket tu Caisar Aditya karena goyang Caisar, produser film akan membuat cerita apa aja asalakan Caisar jadi aktornya, atau di masa – masa Cherry Belle tenar dan lagi berjaya, para produser akan encoba membuat cerita apa aja mau jelak atau bagus asal ada Cherry belle, yang paling baru adalah CHECK IN BANGKOK yang menjual Saurabh Raj Jain atau Turis Romantis yang dibintangi Shaheer Sheikh, udah jelas kedua film itu Cuma mau ngejual bintang utamanya dan bukan cerita.




Sebenarnya ada banyak, tapi menurut gue inilah kelemahan film Indonesia, nggak Cuma di bagian Produksi tapi kita juga sebagai anak bangsa kurang mencintai produk Indonesia, solusinya? Sebenarnya gue yakin kalau solusi itu bisa didapat dari ngelihat masalah dengan kepala dingin, tapi buat gue Film Indonesia itu makin lama makin mengarah ke bagus, momen paling jelek menurut gue itu tahun 2009 – 2013, banyak film horror yang Cuma tebar sensasi bintang, tebar adegan topless dan lain – lain, tapi mulai tahun 2014 banyak artis youtube yang mulai muncul dan memberi video dan film pendek yang kualitasnya nggak kalah dibanding youtubers luar negri, coba aja cek SKINNY INDONESIAN, EPEN CUPEN, atau CAMEO PROJECT, mereka akan jadi masa depan film Indonesia belum nyebut film HABIBIE DAN AINUN, COMIC 8 dan lain sebagainya..jadi tetap dukung dan #banggafilmindonesia  !

Senin, 13 Juli 2015

Ingin masuk Jurusan Hubungan Internasional?

Kenapa pilih Jurusan Hubungan Internasional?

Topik - Topik yang dibahas di jurusan Hubungan Internasional




Hey Hi Hello guys and girls! Kali ini gue bakalan ngebahas jurusan gue di Universitas Katolik Parahyangan, loh? Kenapa nggak masuk UI aja? Kenapa UnPar? Itu karena gue nggak lolos SBMPTN dan SNMPTN, gue bakal ceritain ini nanti selanjutnya gue bakalan bahas beberapa hal yang perlu lo ketahui sebelum masuk di jurusan HI ini, gue harap tulisan ini membuka pemikiran lu tentang jurusan Hubungan Internasional sehingga nanti lu nggak menyesal terlanjur milih jurusan ini atau menyesal nggak masuk jurusan HI, oke...

Buku tebal, sejarah yang kadang membosankan akan jadi rutinitas anak HI



Jurusan Hubungan Internasional itu umumnya mempelajari interaksi antar aktor dalam Hubungan Internasional, aktor itu bisa berupa negara, Perusahaan Internasional, dan masyarakatnya juga, banyak orang yang beranggapan bahwa jurusan Hubungan Internasional itu mempelajari budaya bangsa lain, menurut gue itu lebih ke Antropologi ya, Jurusan Hubungan Internasional lebih menekankan ke hubungan Politik nya, jadi iya kita mempelajari budaya bangsa lain tetapi itu Cuma tambahan aja, selebihnya kamu akan menganalisis kejadian apa yang mempengaruhi pemerintahan dan ekonomi negara kita dan negara lain, buat kamu yang engak suka sejarah , bertahanlah di kelas Sejarah internasional, kita juga ngebahas sejarah yang panjang banget , tapi tenang biasanya itu cuma 2-3 sks aja kok , dan kalau kamu nggak suka sama yang namanya MATEMATIKA,  di jurusan Hubungan Internasional, matematika nggak hadir dengan rumus – rumus sin cos tan tetapi dalam bentuk statistika dan logika (silogisme, implikasi, pelajaran SMA).
Banyak orang yang nanya apakah di jurusan ini perlu bahasa Inggris yang hebat, menurut gue justru bahasa Inggris itu semua jurusan juga perlu, banget malah, karena Desember 2015 nanti akan ada yang namanya Masyarakat Ekonomi Asean, kondisinya adalah barang dan pekerja luar negeri bisa masuk dengan mudah di Indonesia, nah kalau kita mau maju harusnya kita yang mengirim barang dan tenaga kerja ke luar negeri, maka Bahasa Inggris sangat diperlukan, akan jauh lebih bagus kalau kita punya skill bahasa lain (apalagi buat yang mau kerja di PBB) seperti bahasa Arab, Prancis, Rusia, Mandarin dan Spanyol, nggak harus semuanya dikuasai juga , tetapi itu akan jadi nilai tambah buat kalian.

Gimana Setelah Lulus HI? Ada banyak kesempatan untuk sukses!






Nah kita sampai di bagian yang paling dicari orang : GIMANA SETELAH LULUS JURUSAN HUBUNGAN INTERNASIONAL?, tanpa bermaksud merendahkan jurusan gue sendiri, sebenarnya  jurusan ini harus gue akui bahwa kebanyakan justru nggak bekerja sesuai ilmu yang kita pelajari di Kuliah, tapi apa itu berarti sarjana HI rawan pengangguran? Wah enggak juga , kenapa? karena jurusan ini merupakan jurusan yang Passing Grade nya cukup tinggi, tahun 2015 aja di UI kamu harus memiliki nilai lebih dari 53% untuk masuk jurusan HI di UI, bahkan Universitas Diponegoro (UNDIP) mematok nilai 33% untuk masuk jurusan HI, pastinya kalau ngelamar kerja yang “untuk semua jurusan” ada sedikit nilai tambah buat kamu, tentunya dengan nilai yang bagus juga, kalau nilaimu jeblok ya sama aja nggak akan diterima! . Back to the top, lulusan HI harusnya (kalau sesuai ilmu) bekerja sebagai diplomat atau atase – atase (staff) di kementrian luar negeri , tapi kalau Cuma memandang kesini ya lahannya sempit, jarang ada lowongan yang membuka untuk lulusan HI ( walaupun ada, cari di google : “PT.Nakula lowongan kerja jurusan Hubungan Internasional 2015” ), diluar itu banyak anak HI yang kerja di perusahaan swasta, dari kerja di EF, buka usaha ekspor – impor (menguntungkan lhoo, di artikel lain bakalan gue bahas), dan ada juga yang jadi bank (ini yang paling sering ada) atau juga jadi dosen, intinya kalau pemikiran kita sempit ya kesempatan juga sempit, kalau kita mau buka wawasan banyak peluang dan jangan pilih – pilih kerja, kamu harus mau merangkak dari bawah sebelum jadi pimpinan perusahaan.


Universitas President (atas) dan Universitas Katolik Parahyangan (bawah) , tempat yang bagus untuk belajar HI



Universitas mana yang HI nya bagus? Menurut gue karena ini ilmu pemerintahan juga kamu wajib mencoba SBMPTN dan SNMPTN, intinya kamu harus coba masuk unversitas Negeri terutama UGM , UI, UNPAD, kenapa? karena biasanya universitas negeri punya ikatan alumni yang kuat, kalau CEO (pimpinan perusahaan) nya dari UI ya kroco – kroconya dia lebih mengutamakan anak UI juga , nah di KemenLu setahu gue lebih banyak lulusan UI, UGM, UNPAD, walaupun nggak menutup kemungkinan ada yang dari swasta atau universitas lain, tapi kalau masuk ke negeri sebisa mungkin ambil les di Ganesha Operation (GO) atau PRIMAGAMA, karena susah banget masuknya, kalau enggak diterima di negeri swasta yang terkenal bagus itu UNPAR (Universitas Parahyangan) di Bandung, President University (di Cikarang), kalau ada yang nanya tentang BINUS dan UPH gue belum bisa jawab karena masih  baru kita belum mendengar prestasi mereka , sekali lagi, mereka baru dibuka dan belum banyak ikut lomba bukan berarti mereka jelek, kita harus tunggu akreditasi dan berita prestasi HI UPH dan BINUS. Menurut gue UNPAR unggul dalam hal ilmu dan kualitas pengajar, tengok aja website resminya ( google : Dosen Hubungan Internasional UNPAR di FORLAP DIKTI) kebanyakan dari mereka udah S3 dan Ph.D, ada juga orang partai dan walapun kebanyakan dari UNPAR tetapi ada juga yag dari UI dan UGM, selain itu UNPAR juga pernah meraih gelar di  kompetisi HARVARD NATIONAL MODEL UNITED NATIONS tahun 2009, dan 2012. President University emang sih mahal , tetapi yang bikin gue salut adalah mereka punya INTERNSHIP and CAREER CENTER, lulusannya gampang cari kerja dan magang di President University itu beberapa bulan sehingga lulusannya sudah merasakan dunia kerja.


Oke  guys and girls peminat Hubungan Internasional ataupun Cuma mau baca – baca terima kasih udah mampir di blog gue dan cari passion kalian di kuliah, jangan Cuma mikirin kerjaan karena di masa ini gelar enggak menentukan pekerjaan, terima kasih banyak gue sampaikan ke Bung Huda Albana yang menulis artikel Pekerjaan Hubungan Internasional , dan blog - blog lain. GBu all.


Nb : saya mau berterima kasih khusus pada Bung Huda Albana karena postingannya      

Senin, 06 Juli 2015

Minions movie review

Minions Movie Review


Have you ever had a very low expectation on a movie and then surprised that you don’t get dissapointed and even delighted? Well that’s minions the movie, how hard i tried to see the flaw, the more i laughed on the funny side.






So the story is about the origins of the minions, the minions are existed before human exists, the minions are creatures that had a living purpose : to serve the most evil villain ever, from a tryrannosaurus Rex to Napoleon Bonaparte, these little fellas are masters in distrupting their master’s evil plan, and after blew Napoleon trough Russia, The Minions are lost, after much of years being unemployed, a minion, Kevin and two others, Bob and Stuart journeyed trough the world in a mission : to find the evil master worthy of their service, they found themselves in 1968 New York, after a brief encounter with a family of criminals, they took the minions to the Villain Con, where the Minions met Scarlett Overkill, the top of the pyramid at that time.

I will not gave you the entire story, it’s great and good, you need to see it yourself, but i think logic and understanding is missing in this movie, i mean i don’t understand what the minions are talking about, and this movie failed to explain to us why Minions are attracted to Evil?, but it’s maybe just me, i still enjoy this movie without thinking , and i felt enjoyed it.


The first time i heard about a movie starring minions , i think that this movie’s gonna be a merchandise movie, that’s true, the movie serves nothing in story, the only voice acting i care about in this movie is Sandra Bullock as Scarlett Overkill, Her voice is not raising the funny side of this movie, but it brings me the typical Bond-Villain femme fatale, She’s Sexy.


For the animation i still can’t relax and enjoy people with weird statures like really small head, or some unbelievably unique designed stuff like Scarlett’s skirt that could turned into a rocket that allows her to fly, i wonder how her thigh and feet coud handle the heat.
But overall i did enjoyed the minions and all their 1968 references like the minions met The Beatles crossing at Abbey Road or how the location of the Villain Con, the Family that gave them a ride turns out to be Bank Robber, and that little Gru serves as a great connector to the first Despicable Me movie

Even tough this is a merchandise movie,i love the jokes and the references  and Sandra Bullock is sexy


 i’m gonna give this movie a B-on the scale of (A+) to (F-)

Is Anime Just For Kids?

Is Anime & Tokusatsu “Just For Kids?”


Are Anime and Tokusatsu just for kids?



I’m 18 , and this article is inspired by a cousin of mine, so here’s the story , my cousin came in and he sleep over for some days, and then, when i watch Kaizoku Sentai Gokaiger The Movie , He commented like : “What the F*** ? you still watch kid shows? You’re suck! “, and rather than debatingm i decided to put his on my blog.
First thing First, Anime is just anything else in entertainment, for example : GAME.




Right, a game is neither only for adults nor only for kids, Games can be categorized by rating (like T is for TEEN , M is for Mature etc.), let’s say Grand Theft Auto is rated M, that means it contains things that a kid shouldn’t see, why we need to see the rating? That’s because sometimes parents worried about things that could affect child’s mentality, maybe if the kid watch the violence, gore, and sex, they will do something wrong, or they will get phobia, there’s a lot of things could happen.
But, in a country like Indonesia, or another developing country, there is low awareness about ratings, people just tend to buy and enjoy the movie regardless of the content, and another factor is piracy, prated movies oftenly unrated and uncensored, thus making us harder to categorize is it for adult or kid.



Back to the main topic, Anime is for everyone, but we must know which one for kids and which one for teens and which one for adults, for example, series like GANTZ, or PARADISE KISS are containing adult material like sexual orientation, social problems and more, while Kids better watch simple and fun anime like DORAEMON or HAMTARO.
If you’re a parent or concerned about your kid watching porn in tokusatsu, i had a case with a mom, so this mom told me that her boy asked her to buy a Power Ranger DVD, this mom went to a pirated CD merchant and bought a CD tittled Power Ranger, she doesn’t care about the content, and when her boy watch it , he told her that he saw the pink ranger opened her clothes , making her topless. I Can’t name the movie because as i know, there’s a lot of movies with that thing , there are many super sentai imitations that produced as adult film, or in some cases porn movie.


I must admit that while Anime has branched into many demographics, ot of the tokusatsu show, the Super Sentai series are going into “kiddy” state, let’s say Ressha Sentai ToQger, the design, the dialogue, the story is became more and more childish than Shinkenger or Gokaiger, but that don’t mean that Tokusatsu is for kids, some of Super Sentai episodes has mature topics, don’t forget another Tokusatsu Show : Kamen Rider, beginning with Ryuuki ‘till now, the series kept the serious tone for most shows, but children can still enjoy fun side of riders like in Wizard, Den-O and Fourze.


Genre too couldn’t determine that Anime is only for kids, for example in my favourite genre : Mecha.



Gundam (above) had mature contents while Voltron (below) is kid friendly

For kids, mecha like Voltron could be entertaining, it’s fun, had good action scenes, and the story is lighthearted, but Mecha genre also had mature shows like Gundam and Macross series that contained Political conflicts, life problems, and morality issues, i don’t say kid shows are bad, in fact i enjoywatching voltron but as this article purposed, i want to show that Anime is not just for kids, adults can enjoy it too.




So the point is Anime is not just for kids, yes anime has kid friendly shows, but that don’t mean adults can’t enjoy it, thanks for reading this article, if you have any comments or suggestions or critics, post in at comments below, thank you so much!

Is Anime & Tokusatsu "JUST FOR KIDS?" ...apa anime dan tokusatsu cuma buat anak kecil?

Is Anime & Tokusatsu “Just For Kids?”
Is Anime and Tokusatsu just for kids? 


Gue 18 tahun sekarang, dan gue tahu di luar sana pasti ada jutaan penggemar anime baik yang lebih tua ataupun lebih muda dari gue, nah artikel ini “terinspirasi” dari kejadian beberapa hari yang lalu, jadi sepupu gue yang udah kuliah mampir ke rumah dan nginep, malam harinya , gue tonton ulang “Kaizoku Sentai Gokaiger : The Flying Ghost Ship”  di Laptop gue, sepupu gue itu ngelihat gue lagi nonton dan bilang : “Dasar anak kecil, ngapain sih mahasiswa nonton Robot – Robotan gitu??”, nah daripada gue berantem sama dia, disini gue mau MENGKLARIFIKASI , apakah Anime and Tokusatsu itu Just For Kids? .


Beberapa kategori rating dari ESRB


First thing First, Anime itu sama aja kayak kartun luar negeri, semua punya yang sering gue sebut sebagai RATING, Rating yang gue maksud disini adalah yang dikeluarkan dari Lembaga Sensor, contohnya dalam Game ada lembaga sensor yang namanya ESRB, disitu mereka bakal ngeluarin yang namanya rating , apa itu rating? Rating adalah istilah untuk menunjuk umur berapa yang “Siap” nonton atau main tanpa bahaya merusak mental, misalnya : kalo seorang Bayi kita kasih main Resident Evil bisa aja si bayi ini jadi phobia dan ketakutan sendiri yang berujung kerusakan mental, makannya ESRB memberi rating R (Restricted), atau di dunia film, film action yang nggak terlalu berdarah bisa aja dapat rating PG-13, sering kan denger PG-13? Ada yang tahu artinya?, PG -13 itu berarti Parental Guide- 13, which means anak dibawah 13 tahun wajib didampingi orang tua kalau mau nonton.




 Cuma di Indonesia ini Rating itu sering nggak diperdulikan karena kebanyakan dari kita beli VCD dan DVD Bajakan (sekarang sih download gratis), gue pernah ketemu orang tua yang bilang kalau Film Power Ranger Jepang (Tokusatsu Pak!!!) itu ada adegan yang power ranger pink nya buka baju, anaknya ngelapor ke bapaknya sehingga VCD Power Ranger itu dibuang , ternyata setelah denger ceritanya, si anak minta dibeliin VCD Power Ranger, nah waktu sekolah ibunya Cuma bilang ke yang punya toko vcd bajakan “Bang VCD Power Ranger satu!” dikasihlah VCD itu, dan langsung dibeli aja.


Paradise Kiss, Anime dengan cerita dewasa.


Di dalam dunia Anime dan Tokusatsu, hampir semua anime yang dirilis pun melewati sensor (walau nggak seketat di Indonesia) , tetapi ada juga ratingnya , dari hasil rating itu udah ditentukan anime ini buat anak – anak, anime ini buat remaja dan anime ini khusus dewasa, kalau ada yang pernah nonton GANTZ atau MM ! (bukan cokelat tapi anime!) dan my one of my favourite..PARADISE KISS ,itu adalah contoh anime buat dewasa, beda sama Doraemon atau Astro Boy yang bisa menjangkau semua umur, kalau yang khusus anak itu bisa jadi Ninja Hattori atau An Pan-Man.




Berbeda dari pendahulunya (bawah) kamen rider the first (atas)
Jauh lebih dewasa dan gelap dalam penceritaan.


Kedua, Nggak semua jagoan yang berbaju warna-warni itu ditujukan untuk anak – anak, kalau mau lihat contohnya tonton WATCHMEN atau KAMEN RIDER THE FIRST, ceritanya lebih dewasa dan lebih “gelap” dibanding serial tokusatsu biasa, dan hati – hati buat yang punya adik kecil karena ada sub – genre tokusatsu yang gue sebut sebagai SUPER – HENTAI, memang ceritanya seperti serial super sentai biasa (5 jagoan berubah dan berantem lawan monster) tapi ada unsur seksualitasnya, jadi hati – hati kalau lagi streaming, beberapa video di youtube juga ada lhoo..


Voltron punya cerita yang pebih kid-friendly dari gundam



Genre juga nggak menentukan apakah itu anime yang kiddy, teen, atau adult, karena semua balik ke isi ceritanya, untuk perbandingan gue akan pakai genre kesukaan gue : Mecha, dari Mecha gue ambil serial GUNDAM dan Voltron, dari satu genre aja ada show yang buat anak kecil dan ada juga yang buat dewasa, yang buat anak kecil itu Voltron dan yang buat dewasa adalah MOBILE SUIT GUNDAM , Voltron punya cerita yang lebih ceria, ceritanya simpel dan nyaris nggak ada karakter yang mati di dalam show itu kecuali monster, beda dengan Mobile Suit Gundam yang jagoannya Amuro Ray, di dalam pertempuran Gundam udah nyangkut persoalan berat kayak politik, gimana rasanya ketika sahabat kamu mati, kehilangan keluarga dan lain – lain, itu bukan konsumsi anak – anak, dan waktu gue masih umur 6 tahun , gue juga nonton Gundam Wing : Endless Waltz Cuma buat nonton Heero Yui naik ke Gundam Wing Zero dan berantem sama Gundam lain sisanya gue malah nggak ngerti sama sekali.  


jadi kesimpulannya Anime dan Tokusatsu itu balik ke isi cerita dan rating dari lembaga sensor , nggak semua anime itu buat anak – anak, banyak juga acara tokusatsu yang gue saranin anak – anak nggak boleh nonton karena cerita dan adegan yang kadang kejam dan dewasa, hati –hati ketika menonton dan kalau ada komentar atau kamu berbeda pendapat komentar aja di bawah, thank you so much udah baca artikel gue dan God Bless you all...

Kamis, 02 Juli 2015

Minions Review

MINIONS

Sutradara : Pierre Coffin                           Starring : Sandra Bullock, Pierre Coffin, Geoffrey Rush ,                               Michael Keaton, Steve Coogan                   Durasi : 91 menit
Genre : Komedi , Film Keluarga

Despicable me 1 & 2 adalah pengalaman yang fun , dari segi cerita menurut gue sih Despicable Me punya inti cerita yang biasa – biasa aja, tetapi dengan alur dan dialog yang lucu ditambah pesan moral yang kuat itu cukup untuk membuat Film produksi Illumination Entertainment ini jadi salah satu film keluarga terbaik yang pernah gue tonton bareng keluarga, malah menurut gue Despicable Me lebih bagus daripada BIG HERO 6.
Kesuksesan dua film itu membuat Illumination Entertainment menggodok Prekuel untuk menceritakan asal mula antek – antek si Gru, pertama kali gue denger tentang film ini reaksi gue adalah : “damn, film ini pasti Cuma ngejual kelucuan minions biar studio bisa nge-jual lebih banyak mainan” , dan tebak? Gue salah , film MINIONS memang berfokus sama tiga minions (Bob, Stuart, dan Kevin) tetapi nggak seperti film anak – anak lain , disini candaannya bisa dimengerti oleh orang dewasa, nggak ada lelucon bodoh seperti kentut, bersendawa atau lelucon jorok, film ini cukup smart untuk film anak – anak.
Diceritakan bahwa Minions sudah ada sejak zaman pra-sejarah, tujuan hidup para minions adalah untuk mencari dan melayani BOS BESAR, nah masalahnya mencari seorang bos itu gampang, tapi baru sebentar selalu ada kesialan yang menimpa si Bos, MINIONS mencari Bos besar sepanjang sejarah, dari Tyranosaurus – Rex, Firaun Mesir, sampai Napoleon, satu per satu datang dan pergi karena kecerobohan Minions, sampai setelah meninggalkan Napoleon, para Miinions menjadi frustasi karena tidak punya majikan untuk dilayani, Bob, Kevin dan Stuart pun pergi mencari bos baru di tahun 1968, mereka dibawa satu keluarga penjahat yang mengajak mereka ke Villain-Con (semacam pertemuan para penjahat terjahat di dunia) dan mereka bertemu Scarlett Overkill (Sandra Bullock) penjahat nomor 1 di masa itu, setelah melewati sebuah test, Minions bekerja untuk Scarlett Overkill...misinya : mencuri mahkota kerajaan  dan membantu Scarlett menjadi ratu seluruh Britania!.
Gue nggak akan menceritakan semua isi filmnya karena menurut gue ceritanya bagus, walau nggak sebagus Despicable Me 1, tapi tetap menyenangkan dan lucu , beberapa referensi untuk tahuun 1968 juga sangat oke, OH! Ya! Dalam suatu perjalanan para MINIONS berjalan di trotoar tempat THE BEATLES menyebrang di Abbey Road!, ada juga kejutan ketika Stuart bicara bahasa Indonesia ( Terima Kasih )  setelah bicara dengan Ratu Elizabeth muda.
Secara animasi gambar – gambar cukup indah, dan lucu, walaupun menurut gue kekurangan film minions ada pada dialog antar Minions, bahasa mereka masih nggak bisa gue mengerti, dan beberapa gadget di film ini seperti rok Scarlett yang bisa berubah jadi roket ( apa pahanya nggak kepanasan ya? Hihihi) , Sandra Bullock adalah satu – satunya pengisi suara yang menurut gue penting untuk gue nilai karena karakter lain (terutama para Minions) udah pasti nggak begitu jelas dan hanya muncul sedikit –sedikit, Geoffrey Rush sebagai narator juga oke, Sandra Bullock cukup baik dalam film ini, ketika Scarlett bercerita tentang masa lalunya ( dibully dan ingin jadi ratu) ia menghasilkan suara yang menyentuh, tetapi saat berubah menjadi penjahat suaranya seperti para penjahat wanita di film james Bond : Sexy.
Jadi secara keseluruhan gue akan kasih Minions : B+
Filmnya lucu dan Jokes nya bisa dimengerti semua umur, referensi zamannya juga pas dan mengundang tawa.